XNConvert, Aplikasi Andalan Saya Untuk Resize & Convert Gambar

Daftar Isi Tulisan

Satu hari di penghujung senja, saya sedang mengikuti acara gathering yang diadakan di SCBD. Kala itu kami sedang menerima sebuah tantangan blogathon, semacam adu cepet-cepetan menulis artikel di blog dalam durasi waktu yang sudah ditentukan.

So far, semuanya berjalan dengan lancar. Meskipun pada akhirnya saya harus gugur lebih awal, karena laptop saya begitu cepat kehabisan daya. Sialnya lagi, tingkat okupansi colokan kala itu begitu tinggi, melebihi jumlah colokan yang tersedia untuk peserta. Jadi singkat cerita, mau ndak mau ya saya tumbang prematur.

Tapi ada satu hal menarik yang saya ingat di momen kejadian itu. Jadi dalam sebuah kesempatan, saya terlibat obrolan ringan bersama Mbak Lala (lalakitc.com).

“Menurutku, nulis di blog tuh lebih menguras energi ketimbang nulis di kompasiana”, ucapnya. Mendengar itu, saya pun langsung bertanya-tanya. Karena entah mengapa, sejauh ini saya malah merasakan kebalikannya.

“Memangnya kenapa tuh mbak?”

“Iya, kalo di blog pribadi itu, sebelum publish tulisan kan kudu banyak proses optimasinya dulu. Gak kayak di Kompasiana, saya tinggal bikin draft-nya dari hape, terus bisa dilanjut nanti lagi kalo pas sampe rumah”, jelas Mbak Lala sembari sesekali menatap layar laptopnya.

Obrolan kami pun terus berlanjut, khususnya membahas seputar definisi ‘proses optimasi’ yang Mbak Lala sebutkan. Sedikit banyaknya, saya mulai menarik kesimpulan bahwa sepertinya maksud beliau dalam optimasi tersebut adalah proses resize, watermark dan rename gambar, serta beberapa optimasi lanjutan dalam plugin SEO.

Nah, jujur.. saya pun setuju. Memang salah satu masalah yang menguras energi bagi para blogger, adalah proses optimasi seperti yang dijelaskan Mbak Lala barusan. Apalagi yang blognya pakai platform WordPress, terus hostingnya berbayar pulak. Wah, haram betul asal nulis tanpa ada proses optimasi.

Minimal tuh ya, kudu ada proses-proses berupa :

  • Resize (ngecilin) gambar, biar ga ngabisin space hosting dan berat juga saat di-load. Soalnya kan foto dari kamera hape, itu bisa sekitar 5-7 MB per fotonya.
  • Nambahin watermark. Gak wajib si, tapi lumayan essential bagi sebagian blogger. Supaya foto yang sudah kita ambil dengan susah payah, nggak asal diambil orang begitu aja.
  • Rename. Ini saya ga tau beneran masih ada kaitannya apa nggak ya. Tapi kalau nggak salah, nama file yang lebih pendek dan sesuai konteks tulisan, itu punya skor SEO yang lebih tinggi ketimbang yang namanya acak-acakan.

Nah, tiga proses itu aja β€” kalau dikerjainnya kudu satu per satu β€” udah pasti kebayang kan lah ya gimana repotnya. Gambarnya dikecilin dulu, ditambahin watermark lagi, terus diganti namanya satu-satu.

Ngabisin banyak waktu, bakar banyak kalori juga dah jadinya.

Pertanyaannya : Bisa ga sih semua proses itu disimplifikasi? Biar cepet, sat-set gitu lho.

Daaan ternyata ada lho jawabannya. Dengan sebuah aplikasi powerful bernama XN Convert!

Yuk, Kenalan dengan XN Convert!

Aplikasi ini merupakan buah mahakarya dari XN Soft, sebuah pengembang aplikasi pengolah gambar yang sebenarnya sudah cukup legendaris di kalangan pegiat software open source. Pembuatnya adalah Pierre-Emmanuel Gougelet, seorang programmer yang berasal dari Strasbourg, Perancis.

Fungsi sederhananya, sebenarnya hanya untuk convert (mengubah format) gambar saja. Tapi siapa sangka, fitur-fitur lain yang ditawarkan dalam aplikasi ini, membuat kita bisa mengurangi proses optimasi, sehingga pekerjaan menulis di blog pribadi pun bisa jadi lebih cepat dan efisien.

Nanti saya jelaskan lebih detil di paragraf berikutnya ya.

Yang pasti, kalian harus tau kalau aplikasi ini tuh GRATIS! Bisa diunduh secara cuma-cuma, dan digunakan langsung begitu saja tanpa perlu proses registrasi. Tak ada iklan, tak ada spyware apapun di dalam aplikasi ini.

Jadi saran saya sih, tiap kali pakai XN Convert, tolong titipkan sedikit doa buat mas Pierre biar amal ibadahnya semakin bertambah, hihihi

Apa Saja yang Membuat XN Convert Begitu Istimewa?

Enough with the intro. Langsung saja, kali ini saya akan bahas dan jelaskan hal-hal apa saja yang membuat aplikasi XN Convert ini begitu powerful untuk membantu menyelesaikan pekerjaan kita. Dimulai dari :

a. Batch Image Processing

Bayangin, kalian baru aja pulang dari sebuah tugas liputan acara. Foto-foto sudah dipindahkan dari smartphone ke laptop. Totalnya ada 100 foto, dan masing-masing berdimensi cukup besar. Kisaran 6000 pixel, dengan ukuran per file mencapai 7 MB.

Kalau gambar sebesar itu langsung diupload, tentu yang terjadi berikutnya adalah kekacauan. Lambat saat di-load oleh pembaca, dan ngabis-ngabisin space hosting kita yang terbatas pula. Solusinya? Gambar itu kudu di-resize dulu. Diubah dimensinya di kisaran 1200 pixel aja, dan ukurannya jadi sekitar 100-200 KB.

Tapi masalahnya, kalau kalian kudu nge-resize gambarnya satu-satu, ya udah pasti bakal capek lah ya. Bayangin kalau 1 gambar ngabisin waktu 20 detik. 100 gambar, itu sama dengan 2000 detik, alias setengah jam sendiri!

Nah, disinilah batch image processing, alias pemrosesan gambar secara massal itu bisa mengubah semuanya. Alih-alih ngedit semuanya satu per satu, kalian cukup tarik semua gambar yang akan diedit ke aplikasi ini, lalu semuanya akan diedit secara otomatis lewat proses yang sama.

b. Multi Step Processing

Nah, masalah lain yang sering terjadi pada para blogger, adalah kita butuh lebih dari satu aplikasi untuk mengerjakan proses yang berbeda-beda. Misalnya, untuk nge-resize gambar kita pakai software A. Buat nambahin watermark, pakai software B. Ini kan gak efektif ya.

Nah, menariknya di XN Convert, dia tuh punya sistem multi step. Jadi misalkan kita mau melakukan dua hal tersebut, kita bisa pecah semua prosesnya menjadi 2 step yang berbeda.

Jadi misalkan :

  • Step 1 : Gambar dikasih watermark
  • Step 2 : Gambar di-resize jadi 1200 pixel

Hebatnya lagi, di dalam XN Convert ini sudah tersedia +80 opsi pengolahan gambar. Mulai dari resize, crop, rotate, pengaturan warna, filter, watermark, bahkan manipulasi metadata pun bisa dirangkai dalam satu alur kerja

c. Bisa Simpan Preset

Ini kepake banget kalau kalian baru saja berhasil membuat sebuah alur kerja yang lumayan panjang dan spesifik. Semua step by step itu bisa disimpan dalam bentuk preset, lalu dipanggil kembali saat diperlukan.

Jadi pas buka aplikasinya, gak perlu ngulang semua prosesnya dari awal lagi.

d. Dukungan Format yang Sangat Luas

Siapa disini yang kalau upload foto ke blog, masih pakai format bawaan dari hape alias JPG?

Nah, sebenarnya dibilang masalah banget, nggak juga ya. Berhubung format ini udah kadung populer, format JPG ini jadi salah satu format gambar paling banyak digunakan sampai saat ini.

Tapi perlu diingat, terpopuler itu bukan berarti yang terbaik. Karena seiring dengan waktu, kini sudah bermunculan gambar lain yang lebih modern. Dimana tingkat kompresinya lebih baik, dengan kualitas gambar yang bisa dibilang begitu setara.

Dua contoh format gambar modern yang kini sudah mulai banyak diadaptasi adalah WebP dan AVIF. WebP dikembangkan oleh Google, sementara AVIF dikembangkan oleh Alliance for Open Media.

Pengen tau bedanya?

Jika sebuah foto berukuran 6000 x 4000 pixel, di-compress jadi 1200 x 800 pixel ke dalam 3 format yang berbeda, maka hasil yang didapat adalah sebagai berikut :

  • JPG : sekitar 200-300 KB
  • WEBP : 120 – 150 KB
  • AVIF : 80 – 100KB

Kerasa banget kan bedanya ya? Dan inget, itu semuanya dalam dimensi gambar serupa, dengan kualitas yang setara.

Hebatnya lagi, semua format gambar yang saya sebutkan barusan, itu tersedia di XN Convert lho! Jadi kebayang kan lah ya, betapa powerfulnya aplikasi satu ini.

e. Fitur Rename yang Powerful

Hal terakhir yang tak kalah penting adalah penggantian nama alias renaming. Urusan ini, XN Convert pun juaraaaa sekali. Karena otomatisasi penggantian namanya, bisa kita trigger dengan sebuah instruksi sederhana saja. Bisa ditambah nomorasi, juga berbagai data lain seperti nama folder, tanggal, ukuran file, dan lainnya.

Jadi, alih-alih menggunakan nama file bawan seperti :

IMG_20261010_091013
IMG_20261010_091028

Kalian bisa ganti namanya jadi lebih SEO Friendly seperti :

Makan-Beracun-Gratis-1
Makan-Beracun-Gratis-2
Karhutla-Lalu-Sawit-1
Karhutla-Lalu-Sawit-2

Nah, lebih mantep kan? hehehehe

XN Convert Tersedia Dimana Aja?

Untuk kalian yang ingin mendownload aplikasi ini, silahkan langsung saja kunjungi website resminya di https://www.xnview.com/en/xnconvert/

Kalau saya intip sih, platform yang didukung lumayan lengkap juga ya. Mulai dari Windows, Macintosh, sampai Linux.

Bahkan kalau mau download untuk smartphone Android, aplikasi ini juga tersedia di PlayStore. Hanya saja kalau berdasarkan pengamatan saya, rating aplikasinya cukup rendah dengan tampilan yang jauh berbeda dibandingkan dengan versi Desktop-nya.

Yah harap maklum lah ya. Namanya juga aplikasi gretongan πŸ˜…

Kalau kalian, biasa resize dan convert gambar pake aplikasi apa? Setelah baca ini, apakah ada rencana untuk mengunduh dan meng-install XN Convert di laptop kalian? Coba share di kolom komentar ya.

Bekasi, 16 Oktober 2026
Ditulis sembari mengumpulkan kembali semangat menulis agar kembali membara.


Yuk, bantu penulis agar makin semangat membuat tulisan baru.
Kamu bisa melakukan transfer secara langsung ke rekening BCA : 6871338300.

Untuk info ratecard dan ajakan kerjasama, silahkan klik tombol berikut :

9 Responses

  1. Buat ibu rumah tangga kaya saya nih, yg gratisan itu lebih menggiurkan . Wkwkwkwkwk…
    Ya buat belajar kan gak harus yg mahal apalagi profesional ya. Bisa aja belum. Hihi…

    Walaupun di Android bisa dibilang biasa aja, aplikasi ini bisa saja buat saya jadi luar biasa. Namanya kepada siapapun yg banyu, wajib berterima kasih. Jadi saya akan merasa keberadaannya bermanfaat banget ..
    Apalagi di platform Windows, Macintosh, sampai Linux juga bisa dioperasikan, untuk mereka yg berkutat di dunia kerja malah lebih bagus kan ya…

    Saya akan coba download tapi nanti setelah permasalahan memori saya yg full ini udah kelar nih. Sekarang mah jangankan tambah aplikasi baru. Buka WhatsApp aja kudu muterΒ² dulu

  2. Nah ini aplikasi sakti nih, dengan interface sederhana dibandingkan dengan aplikasi yang serupa, tapi punya fitur yang bener bener komplit nih.
    Yang keren dan jarang ada di aplikasi lain itu Batch image processing, kalo di aplikasi lain biasanya ga bisa langsung mass seperti itu, harus satu satu, keren sih nih aplikasi

  3. biasanya, aku malas resize apalagi ngasih watermark. Ngabisin waktu, sementara untuk proses menulis untuk blog khan perlu meditasi juga. Walau sudah bisa nanya dan dibuatin AI, tetap saja harus dibaca ulang, ditulis ulang agar menyesuaikan gaya tulisan. Plus, AI kan suka ngaco juga.
    Yang menarik nih, begitu aku melihat bisa resize sekaligus beberapa foto. Etapi, bisa sekalian watermark sekaligus beberapa foto gak sih? (DUH INI IBU2 PEMALAS)

  4. Iya sih. Selama ini, aku tu kompres foto pake website apa, convert ke webp nya pake apa. Beda-beda gitu. Jadi makan waktu sih emang.

    Jadi, kalau pake xnconvert bisa dikerjain semua ya, Kak. Ini sih pasti membantu banget memangkas waktu pengerjaan beresin gambar, Kak.

  5. Waaaah, aku bakal cobaaaa 😍😍😍. Aku masih pake sampe skr yang apk local send itu mas. Jadi ntr cobain yg XNConvert ini juga.

    Memang paling nyebelin part resize, watermark dan rename. Ngabisin waktu, apalagi kalau foto banyak. Tapi tetep harus dilakuin.

    Skr ini aku pake aplikasi Irfanview untuk resize mas. Gratis juga. Sebenarnya dia bisa untuk watermark, tp aku terlanjur nyaman watermark pakai PicsArt. Jadi Irfanview cuma untuk resize.

    Hanya sajaaaaa, aku kan tipe malas utak Atik yaaa. Jadi sebenarnya aku ga ngerti2 amat si Irfan view bisa dipake buat apa aja hahahahahahha. Mungkin kalau kamu yg kulik2 bisa tahu kelebihan nya apa aja.

    Kalau yg XNConvert kan udh kamu jelasin nih, jadi aku ntr coba dari step2 nya 🀭🀭.

    Yang paling malas memang rename sih. Kalau bisa dibikin sekaligus enak juga

  6. Walaupun saya tim pengguna blogger, tapi tetep resize convert gambar juga agar tak terlalu memberatkan loading artikel. Dan, so far sangat membantu optimasi walaupun memang memakan waktu banget dalam prosesnya.

    Saya biasanya menggunakan aplikasi sebelah yang serupa untuk resize convert gambar ini. Sepertinya untuk spesifikasi kerja resize convertnya hampir mirip sih. Tapi di XN Convert ada beberapa yang bikin saya penasaran, karena bisa sampai buat crop gambar juga, ya. Keren sih dan jelas bikin penasaran buat dicoba,

  7. Ya Allah gara-gara tulisan keren ini saya langsung download aplikasinya, di hp sekaligus di laptop. Karena kata gretong itu terlalu menarik untuk dilewatkan. Selama ini saya resize dan edit foto pakai snapseed sih sama-sama gretong juga, tapi tampilan barunya menurut saya kurang user friendly, makanya begitu baca tulisan tentang aplikasi yang keren ini langsung tertarik untuk mencobanya.

  8. Wah, ini mesti dicoba sih, karena untuk ukuran foto, memang harus diperkecil dengan kualitas tidak boleh jelek juga! Ya, selama ini saya pakai aplikasi pengecil ukuran foto yang saya cari dari Google itu, lupa namanya. Pokoknya, mesti coba yang diulas di sini!

  9. nah ini aku banget, kenapa kalau update blog suka lama, karena prosesnya yang lama di bagian editing foto, rename, resize, terus sekarang udah jarang pake watermark, karena ga keburu waktu.
    ukuran foto kadang pake WebP, tapii malah seringan format JPG.
    kalau ada yang sat set begini dalam sekali kerja, oke juga
    kapan-kapan aku cobain dah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *